Selamat membaca!

Tak akan terpikirkan oleh kita apa yang akan terjadi sebelum kita berpikir bahwa itu pemikiran yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan...
(Brian Sagara)

Selasa, 13 April 2010

Teori Pembentukan Jagad Raya




Siapa yang tidak kenal dengan nama “Jagad raya”? Tentunya semua orang pernah mendengar dan ada yang tahu menegenai jagad raya. Tapi tahukah kamu bagaimana proses terjadinya jagad raya? Bagaimana asal mula terbentuknya jagad raya? Beberapa ahli astronomi mengemukakan pendapatnya mengenai asal mula terbentuknya tata surya, antara lain sebagai berikut:

1. Teori Big Bang
Jagat Raya terbentuk dari partikel-partikel yang manyatu karena gravitasi. Karena semakin banyak yang tertarik karena gravitasi itu, maka partikel-partikel tersebut terdesak dan akhirnya meledak.

2. Teori Keadaan Tetap
Jagat raya memang sudah terbentuk dan masih tetap seperti sekarang.

Anggapan Mengenai Jagat Raya:
1. Anggapan Antroposentris (Manusia sbg pusat alam semesta)
2. Anggapan Heliosentris (Matahari sbg pusat alam semesta)
3. Anggapan Geosentris (Bumi sbg pusat alam semesta)

Hipotesis Tentang Terjadinya Bumi & Tata Surya
1. H. Kabut => Solar Nebula (paling tua dan juga terkenal)

Gumpalan gas dari matahari dalam keadaan berputar yang sebagiannya terlepas dan mengelilingi gumpalan besar (matahari) dalam keadaan berputar juga. Gumpalan kecil mendingin dan memadat yang kemudian menjadi planet. Hal yang sama juga terjadi saat pembentukan satelit, dimana planet-planetlah yang membentuknya.

2. H. Planetisimal (Planet Kecil)
Matahari dan bintang-bintang lainnya berpapasan yang menyebabkan pasang naik pada permukaan keduanya. Akibatnya, massa matahari tertarik ke arah bintang. Namun, saat bintang menjauh, massa itu akan jatuh kembali ke matahari dan sebagian terhambur ke ruang angkasa di sekitar matahari (planetisimal) yang menjadi planet kecil yang kemudian beredar pada orbitnya masing-masing.

3. H. Pasang Surut Gas (Tidal James-Jeffries)
Bintang yang besarnya hampir sama dengan matahari melintas di dekat matahari yang menyebabkan pasang pada matahari dan membentuk cerutu yang sangat besar. Cerutu ini bergerak mengelilingi matahari dan mengalami perpecahan menjadi butiran tetesan kecil. Butiran tetesan yang besar lalu menarik butiran kecil lainnya. Hasilnya membentuk gumpalan besar, menjadi planet. Hal itu juga terjadi pada pembentukan satelit.

4. H. Peledakan Bintang
Matahari mempunyai kawanan bintang yang saling berevolusi. Diantaranya, ada yang memadat dan mungkin terjerat ke dalam orbit keliling matahari. Lalu, banyak bintang yang meledak kemudian akan hambur ruang angkasa.

5. H. Kuiper
Semesta terdiri dari formasi bintang-bintang. Dua pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antarbintang dari gas hidrogen. Kedua pusat memadat jadi bintang tunggal yang disebut matahari. Kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan gravitasi massa yang lebih besar. Hal ini menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah menjadi awan yang lebih kecil lagi (protoplamet), yang kemudian menjadi planet. Bila ukuran kedua awan sama, akan membentuk formasi bintang ganda. Ketika matahari memadat, maka akan menjadi panas sehingga sebagian energi radiasi dipancarkan. Energi itu cukup kuat untuk mendorong gas-gas yang lebih terang, seperti hidrogen & helium dari awan yang menyelubungi protoplanet yang dekat ke matahari.

Sumber :
Buku Panduan

“ Kalau kau tak ada kerjaan dan hanya bisa melamun, janganlah kau duduk diam tanpa melakukan hal yang berguna, tapi bangkitlah dari kursi dudukmu, dan raihlah riset ilmiah yang menegangkan dan penuh dengan resiko karena itu semua jauh lebih berguna bagi banyak orang!” Brian sagara.

2 komentar:

Poskan Komentar